Bangka Belitung—Sabtu 09/05/2026.Dugaan adanya aktivitas tidak transparan di kawasan eks smelter VIP kembali menyita perhatian publik. Informasi yang beredar di lapangan menyebut adanya pergerakan kendaraan pada malam hari yang diduga berkaitan dengan pengangkutan material sisa produksi (tailing) dari area yang masih berstatus dalam pengawasan aset negara.
Pola aktivitas yang disebut terjadi pada jam-jam tertentu itu dinilai berlangsung tanpa pengawasan terbuka yang memadai. Kondisi ini memunculkan berbagai pertanyaan dari masyarakat sekitar terkait mekanisme pengelolaan serta pengamanan material di lokasi tersebut.
Di tengah menguatnya isu ini, nama “AHAB” kembali beredar luas dalam percakapan lapangan. Sosok tersebut disebut-sebut oleh sejumlah sumber informal memiliki keterkaitan dalam dinamika aktivitas di kawasan itu. Namun hingga kini, tidak terdapat bukti resmi maupun keterangan aparat penegak hukum yang menguatkan dugaan tersebut.
Meski masih sebatas informasi yang belum terverifikasi, berulangnya penyebutan nama di lapangan turut menambah sorotan publik terhadap pengelolaan material tailing yang diduga masih memiliki nilai ekonomis tinggi dan seharusnya berada di bawah pengawasan ketat negara.
Sejumlah pihak menilai, apabila benar terdapat aktivitas pengeluaran material di luar mekanisme resmi, maka diperlukan penelusuran menyeluruh oleh aparat penegak hukum. Hal ini mencakup alur distribusi, titik keluar-masuk material, hingga pihak-pihak yang diduga memiliki akses terhadap kawasan tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak terkait. Penelusuran lebih lanjut masih dilakukan untuk memastikan kebenaran informasi yang berkembang di lapangan.
Faktakeadilan : A05









