Berita

Lapas Pangkalpinang Produktifkan Kebun Adat Tuatunu Indah Melalui Program Kelurahan Binaan

25
×

Lapas Pangkalpinang Produktifkan Kebun Adat Tuatunu Indah Melalui Program Kelurahan Binaan

Sebarkan artikel ini

Caption Foto: Lapas Kelas IIA Pangkalpinang bersama pemerintah dan masyarakat saat kegiatan pemanfaatan kompos di Kebun Adat Melayu Kelurahan Tuatunu Indah.

Penulis : Andri
PANGKALPINANG|FAKTAKEADILAN — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang terus mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat melalui Program Kelurahan Binaan dengan memanfaatkan kompos produksi Lapas untuk tanaman kelapa sawit dan nanas di Kebun Adat Melayu Kelurahan Tuatunu Indah, Jumat (15/5/2026).

Kepala Lapas Pangkalpinang, Sugeng Indrawan, mengatakan kompos produksi Lapas telah memberikan manfaat nyata bagi sektor pertanian, khususnya tanaman sawit, setelah sebelumnya diuji coba bersama kelompok tani di Pulau Bangka.

“Program ini tidak hanya menjadi bagian pembinaan warga binaan, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat melalui sinergi bersama Lembaga Adat Melayu Tuatunu Indah,” ujarnya.

Menurut Sugeng, Kelurahan Tuatunu Indah memiliki potensi besar di sektor pertanian, terutama sebagai sentra produksi nanas di Bangka Belitung. Karena itu, program tersebut juga menjadi sarana pembinaan keterampilan dan pengalaman kerja bagi warga binaan.

“Semoga program ini terus memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan,” katanya.

Sementara itu, Camat Gerunggang, Richard Syam, mengapresiasi Program Kelurahan Binaan yang dinilai mendukung sektor perkebunan, penghijauan, dan ketahanan pangan di Kelurahan Tuatunu Indah.

“Program ini diharapkan memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan,” ujarnya.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kepulauan Bangka Belitung, Ade Agustina, menyebutkan program tersebut merupakan bagian dari implementasi program aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang sejalan dengan Asta Cita Presiden.

Menurutnya, kompos yang digunakan berasal dari pengolahan fly ash limbah non-B3 hasil pembakaran batu bara PLTU yang dimanfaatkan kembali untuk mendukung pertanian.

“Kami berharap program ini terus berkelanjutan dan dapat dikembangkan di kelurahan lainnya,” katanya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur pemerintah daerah, Lembaga Adat Melayu (LAM), kelompok tani, Karang Taruna, serta unsur Forkopimcam Gerunggang.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *