Caption Foto: Ketua DPRD Babel bersama APDESI Babel menyampaikan aspirasi petani sawit kepada Kementerian Pertanian RI terkait anjloknya harga TBS.
JAKARTA |FAKTAKEADILAN– DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Babel menyampaikan keluhan petani terkait anjloknya harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit kepada Kementerian Pertanian RI dalam audiensi di Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Audiensi diterima Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Ali Jamil. Pertemuan tersebut membahas berbagai persoalan yang dihadapi petani sawit, terutama rendahnya harga TBS di Bangka Belitung.
Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya, mengatakan pemerintah pusat merespons cepat aspirasi yang disampaikan DPRD dan APDESI.
“Alhamdulillah, respons Kementerian Pertanian sangat cepat. Pekan depan Menteri Pertanian akan mengundang seluruh perusahaan pabrik kelapa sawit di Indonesia bersama aparat penegak hukum untuk membahas persoalan harga sawit,” ujar Didit.
Menurutnya, langkah tersebut diharapkan menghasilkan solusi yang mampu memperbaiki harga TBS sehingga memberikan kepastian dan keadilan bagi para petani sawit.
Selain membahas harga sawit, DPRD Babel juga menyampaikan persoalan ketersediaan pupuk serta meminta penetapan harga TBS mengacu pada Peraturan Menteri Pertanian Nomor 13 Tahun 2024, baik bagi petani mitra maupun nonmitra.
Didit menambahkan, DPRD Babel juga akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum, termasuk Polda Babel dan Kejaksaan Tinggi Babel, guna mengawal pelaksanaan hasil pertemuan yang nantinya diputuskan pemerintah pusat.
Audiensi tersebut turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Babel Eddy Iskandar dan Edi Nasapta, serta anggota DPRD Babel Elvi Diana dan Me Hoa.






