Caption Foto: Wali Kota Pangkalpinang Saparudin didampingi Wakil Wali Kota Dessy Ayutrisna saat membuka Festival Ekonomi Kreatif 2026 di Alun-Alun Lapangan Merdeka.
Penulis : Andri
PANGKALPINANG| FAKTAKEADILAN— Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin, didampingi Wakil Wali Kota Dessy Ayutrisna membuka Festival Ekonomi Kreatif (Ekraf) 2026 di Alun-Alun Lapangan Merdeka, Jumat (15/5/2026).
Festival yang berlangsung selama tiga hari itu menjadi upaya Pemerintah Kota Pangkalpinang dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif melalui penguatan produk lokal, pelibatan pelaku UMKM, komunitas kreatif, serta pengembangan wisata kuliner daerah.
Dalam sambutannya, Saparudin mengatakan ekonomi kreatif memiliki peran penting dalam memperkuat perekonomian daerah di tengah perkembangan zaman dan persaingan usaha yang semakin ketat.

“Ekonomi kreatif menjadi jawaban atas tantangan ekonomi saat ini. Dari kreativitas, sesuatu yang sederhana bisa memiliki nilai tinggi dan membuka peluang usaha baru,” ujarnya.
Pada Festival Ekraf tahun ini, Pemkot Pangkalpinang mengangkat kuliner khas otak-otak sebagai produk unggulan daerah yang diharapkan mampu menjadi identitas kuliner Pangkalpinang di tingkat nasional.
“Kita berharap otak-otak Pangkalpinang bisa dikenal lebih luas dan menjadi produk unggulan yang mampu menembus pasar Nusantara,” katanya.
Menurutnya, produk ekonomi kreatif harus terus dikembangkan melalui inovasi, mulai dari kualitas produk, kemasan, pemasaran digital, hingga pengembangan sektor wisata kuliner.
Ia juga mengajak masyarakat, khususnya pelaku ekonomi kreatif, untuk terus berinovasi dan tidak hanya bergantung pada potensi sumber daya yang ada.

“Kalau kita berani berkreasi dan berkolaborasi, Pangkalpinang bisa tumbuh menjadi kota kreatif yang maju dan berdaya saing,” ucapnya.
Saparudin turut mengapresiasi dukungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan Festival Ekraf 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimda, perwakilan kementerian, Bank Indonesia, Bank Sumsel Babel, BPJS Ketenagakerjaan, PT TIMAH, organisasi masyarakat, serta para pelaku ekonomi kreatif Kota Pangkalpinang.






