Caption Foto: Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Pangkalpinang, Juhaini saat memberikan keterangan (13/04/26).
Wartawan : Andri
PANGKALPINANG | FAKTAKEADILAN— Pemerintah Kota Pangkalpinang memastikan laju inflasi daerah pasca Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 2026 masih berada dalam kondisi terkendali. Hingga pertengahan April 2026, tingkat inflasi tercatat sebesar 1,41 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 107,40.
Hal tersebut disampaikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Pangkalpinang, Juhaini, usai mengikuti Rapat Pengendalian Inflasi Daerah secara virtual melalui Zoom Meeting di Smart Room Center (SRC) Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Senin (13/4/2026).
Menurut Juhaini, angka tersebut masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional, yakni 2,5 persen plus minus 1 persen.
“Inflasi Kota Pangkalpinang saat ini masih dalam kategori moderat dan terkendali. Angka 1,41 persen ini masih berada pada batas target nasional,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah komoditas yang menjadi penyumbang tekanan inflasi, terutama dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan kontribusi sebesar 1,17 persen.
Komoditas yang mengalami kenaikan harga di antaranya daging ayam ras, cabai, cumi-cumi, dan udang. Selain itu, peningkatan tarif angkutan udara selama arus mudik dan balik Lebaran turut memengaruhi laju inflasi.

“Untuk komoditas non-pangan, kenaikan juga dipicu oleh harga emas perhiasan,” tambahnya.
Sebagai langkah pengendalian, Pemkot Pangkalpinang tetap mengacu pada roadmap pengendalian inflasi 2025–2027 melalui strategi 4K, yakni ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.
Juhaini menjelaskan, pemerintah daerah juga akan memperkuat koordinasi bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) serta menerapkan pendekatan berbasis analisis prediktif.
“Kami akan menyusun kalender inflasi sebagai langkah antisipasi, sehingga pemerintah tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga mampu memprediksi potensi kenaikan harga ke depan,” jelasnya.
Selain itu, Pemkot Pangkalpinang juga menggandeng kelompok wanita tani (KWT) dan petani lokal guna meningkatkan produksi komoditas strategis, terutama cabai, bawang merah, dan telur ayam.
Ia menambahkan, berdasarkan hasil pemantauan terbaru, harga sejumlah komoditas yang sempat naik pasca Lebaran kini mulai menunjukkan tren penurunan.
“Alhamdulillah, saat ini harga sudah mulai turun dan berangsur stabil,” tutupnya.
Pemerintah Kota Pangkalpinang optimistis melalui sinergi lintas sektor dan penguatan produksi lokal, stabilitas harga dapat terus terjaga sehingga daya beli masyarakat tetap terlindungi.






