Pemerintahan

Pemkot Pangkalpinang Perkuat Rehabilitasi Narkoba hingga Tingkat Puskesmas

13
×

Pemkot Pangkalpinang Perkuat Rehabilitasi Narkoba hingga Tingkat Puskesmas

Sebarkan artikel ini

Caption Foto: Kepala Dinas Kesehatan Kota Pcangkalpinang, dr. Hisar Mangoloi Manalu, mengikuti peringatan HAN

Caption Foto: Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, dr. Hisar Mangoloi Manalu,

PANGKALPINANG|FAKTAKEADILAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang memperkuat upaya pencegahan dan penanganan penyalahgunaan narkotika dengan memastikan layanan rehabilitasi medis tersedia di seluruh puskesmas. Penguatan layanan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemkot Pangkalpinang dalam memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026, Kamis (23/7/2026).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, dr. Hisar Mangoloi Manalu, SKM, mewakili Wali Kota Pangkalpinang Prof. Saparudin, menyampaikan hal tersebut saat mengikuti peringatan HANI 2026 melalui Zoom Meeting dari Smart Room Center Pemkot Pangkalpinang, Kamis pagi (23/7/2026).

Peringatan HANI 2026 mengusung tema nasional “Membangun Generasi Sehat, Cerdas, dan Kuat Melalui Gerakan Ananda Bersinar Menuju Indonesia Emas 2045”. Momentum tersebut menjadi pengingat pentingnya memperkuat kolaborasi dalam melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkotika.

dr. Hisar mengatakan, Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Pangkalpinang terus memperkuat sinergi dalam memberikan layanan rehabilitasi bagi pengguna narkotika, baik yang secara sukarela ingin berhenti maupun yang menjalani program wajib lapor.

“Seluruh puskesmas di Kota Pangkalpinang saat ini telah memberikan layanan rehabilitasi medis sederhana bagi pengguna narkoba yang wajib lapor,” ujarnya.

Menurutnya, tenaga kesehatan di setiap puskesmas juga telah mendapatkan pelatihan khusus untuk memberikan pendampingan serta pelayanan rehabilitasi secara optimal kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Petugas kami sudah dilatih untuk memberikan pelayanan rehabilitasi kepada pengguna narkotika yang ingin menghentikan penggunaan, baik atas kesadaran sendiri maupun yang menjalani program wajib lapor,” jelasnya.

Selain memperkuat layanan rehabilitasi, Pemkot Pangkalpinang terus mengintensifkan upaya pencegahan melalui sosialisasi dan edukasi yang menyasar berbagai lapisan masyarakat, mulai dari sekolah, puskesmas, posyandu hingga komunitas.

Kemudahan akses terhadap layanan rehabilitasi dan penguatan edukasi diharapkan mampu menekan angka penyalahgunaan narkotika sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya narkoba.

“Kami ingin membangun kesadaran bersama bahwa narkoba adalah ancaman serius bagi masa depan generasi bangsa. Pencegahan harus dimulai dari lingkungan keluarga dan pendidikan,” tegas dr. Hisar.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *