Pemerintahan

Wali Kota Pangkalpinang Siapkan Tua Tunu Jadi Sentra Industri Olahan Nanas

17
×

Wali Kota Pangkalpinang Siapkan Tua Tunu Jadi Sentra Industri Olahan Nanas

Sebarkan artikel ini

Caption Foto: Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin, menghadiri peluncuran dodol nanas dan pengiriman perdana produk olahan nanas ke Jawa Barat di Pondok Pesantren Manba’ul Ulum, Kelurahan Tua Tunu Indah, Jumat (26/6/2026).

PANGKALPINANG|FAKTAKEADILAN – Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin, mendorong Kelurahan Tua Tunu Indah menjadi sentra industri olahan nanas berbasis masyarakat sebagai upaya meningkatkan perekonomian warga sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.

Hal itu disampaikan Saparudin saat menghadiri peluncuran produk dodol nanas dan pengiriman perdana ke Jawa Barat di Pondok Pesantren Manba’ul Ulum, Tua Tunu Indah, Jumat (26/6/2026).

Saparudin mengatakan, Pemerintah Kota Pangkalpinang telah menyiapkan rumah produksi pengolahan nanas di bekas Puskesmas dekat Polsek Gerunggang. Fasilitas tersebut telah direhabilitasi dan dilengkapi peralatan untuk mendukung pengembangan produk olahan berbahan baku nanas.

“Tua Tunu sejak lama dikenal sebagai sentra penghasil nanas. Masyarakat di sini tidak hanya bertani, tetapi juga mampu memasarkan hasil produksinya secara mandiri,” ujarnya.

Menurutnya, pengembangan industri olahan nanas tidak hanya bertujuan meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, tetapi juga memperluas akses pemasaran melalui kerja sama dengan berbagai mitra, termasuk pelaku usaha dari luar daerah.

Ia juga mengapresiasi sinergi Pemerintah Kota Pangkalpinang dengan jajaran Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mendukung pengembangan produk olahan nanas bersama masyarakat. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi contoh pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal.

Saat ini, produk olahan nanas asal Tua Tunu telah dipasarkan ke sejumlah daerah di Bangka Belitung hingga Jakarta. Bahkan, pemerintah tengah menjajaki kerja sama dengan mitra di Jawa Barat untuk memperluas jangkauan pemasaran.

Saparudin menegaskan, keberlanjutan program menjadi kunci agar industri olahan nanas terus berkembang dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Pemerintah hadir sebagai fasilitator agar masyarakat semakin mandiri secara ekonomi. Harapan kami, Tua Tunu dapat berkembang menjadi pusat industri olahan nanas yang berdaya saing dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *